Entri Populer

Senin, 06 Desember 2010

Tugas Zoologi


Nama Dosen    : Dispantiani Abidin, S.Kel., M.Si
Mata Kuliah   : Zoologi Laut.

“ECHINODERMATA”


Di Susun Oleh :


1)   Muh. Hasrul Stk 48013
2)   Rusmin Stk
3)   Abd. Rahman Stk
4)   Muh. Arfah Stk    

5)   Nur Hidayah Stk




SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI KELAUTAN
STITEK BALIK DIWA (MAKSSAR)
2010

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena penulis telah berhasil menyelesaikan tugas penyusunan makalah ini, yang sesuai dengan judulnya Filum “ECHINODERMATA” yang telah diamanahkan oleh Dosen pengampuh “Dispantiani Abidin, S.Kel.,M.Si” dalam mata kuliah “ZOOLOGI LAUT”.
Namun kami sebagai penulis menyadari akan keterbatasan dan kekurangan di berbagai hal dalam penyusunan laporan ini, jadi besar harapan atas masukan dan kritikan yang dapat ditambahkah dari berbagai pihak sebagai bahan pertimbangan pada penulisan selanjutnya, Amin.




Makassar,

Penulis









DAFTAR ISI
Halaman judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I             : Pendahuluan
1.1.             Latar Belakang
BAB II           : Pembahasan
                        2.1.      Echinodermata
                        2.2.      Kelas – kelas Echinodermata
a.      Asteroidea (Bintang Laut)
b.     Echinodea (Bulu Babi / Dollar Pasir)
c.      Ophiuroidea (Bintang Ular)
d.     Crinoidea (Lili Laut)
e.      Holoturoidea (Teripang / Timun Laut)
2.3.      Sistem Reproduksi Echinodermata
2.4.     Sistem Pencernaan Makanan
2.5.      Sistem Pernapasan Dan Ekskresi        
2.6.      Sistem Peredaran Darah
2.7.      Sistem Saraf
BAB III          : Penutup
                        3.1.      Kesimpulan
Daftar Pustaka.
 
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.        LATAR BELAKANG
Indonesia  memiliki garis pantai hampir sepanjang 81.000 kilometer karena wilayahnya yang merupakan daerah kepulauan. Wilayah pesisir itu menjadi penting karena merupakan pertemuan antara ekosistem daratan dan ekosistem lautan. Ekosistem wilayah pantai berkarakter unik dan khas karena ekosistemnya perpaduan antara kehidupan darat dan air. Ekosistem wilayah itu memiliki arti strategis karena memiliki potensi kekayaan hayati baik dari segi biologi, ekonomi, bahkan pariwisata. Hal itu mengakibatkan berbagai pihak ingin memanfaatkan secara maksimal potensi itu.
Bukan hanya itu indonesia merupakan kepulauan yang sangat kaya akan biota laut, beragam organisme yang hidup dibawah laut merupakan kekayaan dan anugrah yang patut kita sukuri dan jaga kelestariannya bersama. dikarenakan banyaknya organisme yang telah ditemukan sehingga cukup menyulitkan untuk membedakan satu dengan yang lainnya oleh karna itu para ahli dibidangnya mengelompokan beraneka ragam  organisme tersebut berdasarkan karakteristik dan bentuk tubuh atau morfologi dari organisme itu sendiri, sebagai contoh Echinodermata  yang dikenal sebagai kulit duri dll.











BAB II
PEMBAHASAN
2.1.   ECHINODERMATA
Filum Echinodermata (dari bahasa Yunani untuk kulit berduri) adalah sebuah filum hewan laut yang mencakup bintang laut, Teripang, dan beberapa kerabatnya. Kelompok hewan ini ditemukan di hampir semua kedalaman laut. Filum ini muncul di periode Kambrium awal dan terdiri dari 7.000 spesies yang masih hidup dan 13.000 spesies yang sudah punah. Lima atau enam kelas (enam bila Concentricycloidea dihitung) yang masih hidup sekarang mencakup
  • Asteroidea bintang laut: sekitar 1.500 spesies yang menangkap mangsa untuk makanan mereka sendiri
  • Concentricycloidea, dikenal karena sistem pembuluh air mereka yang unik dan terdiri dari hanya dua spesies yang baru-baru ini digabungkan ke dalam Asteroidea.
  • Crinoidea (lili laut): sekitar 600 spesies merupakan predator yang menunggu mangsa.
  • Echinoidea (bulu babi dan dolar pasir): dikenal karena duri mereka yang mampu digerakkan; sekitar 1.000 spesies.
  • Holothuroidea (teripang atau ketimun laut): hewan panjang menyerupai siput; sekitar 1.000 spesies.
  • Ophiuroidea (bintang ular dan bintang getas), secara fisik merupakan ekinodermata terbesar; sekitar 1.500 spesies.
Echinodermata adalah filum hewan terbesar yang tidak memiliki anggota yang hidup di air tawar atau darat. Hewan-hewan ini juga mudah dikenali dari bentuk tubuhnya: kebanyakan memiliki simetri radial, khususnya simetri radial pentameral (terbagi lima). Walaupun terlihat primitif, Echinodermata adalah filum yang berkerabat relatif dekat dengan Chordata (yang di dalamnya tercakup Vertebrata), dan simetri radialnya berevolusi secara sekunder. Larva bintang laut misalnya, masih menunjukkan keserupaan yang cukup besar dengan larva Hemichordata.
Banyak di antara anggotanya yang berperan besar dalam ekosistem laut, terutama ekosistem litoral pantai berbatu, terumbu karang, perairan dangkal, dan palung laut. Spesies bintang laut Pisaster ochraceus misalnya, menjadi predator utama di ekosistem pantai berbatu di pesisir barat Amerika Utara, spesifiknya mengendalikan populasi tiram biru (Mytilus edulis) sehingga spesies yang lain dapat menghuni pantai tersebut dan bivalvia tersebut tidak mendominansi secara berlebihan. Contoh lain adalah Acanthaster planci yang memakan polip karang di perairan Indo-Pasifik. Kendati sering dianggap desktruktif, ada beberapa teori yang mengatakan bahwa A. planci sebenarnya adalah predator yang penting untuk ekosistem terumbu karang, sehingga terjadi rekruitmen karang baru yang menggantikan koloni-koloni tua, juga mengurangi tekanan kompetisi antara satu spesies karang dengan yang lain.
Echinodermata mempunyai kemampuan untuk melakukan regenerasi bagian tubuhnya yang hilang, contohnya timun laut. Apabila timun laut merasa dirinya terancam, maka timun laut akan menyemprotkan organ tubuhnya agar mendapatkan kesempatan untuk melarikan diri. Kelak, organ tubuh yang hilang akan tumbuh kembali
2.2.   KELAS – KELAS ECHINODERMATA
a. Asteroidea (Bintang Laut)
Sumber :
http://www.faktailmiah.com/wp-content/uploads/2010/09/diagram-bintang-laut-dewasa-300x213.gif
KLASIFIKASI
Klasifikasi bintang laut :
Kingdom
      : Animalia
Phylum
         : Echinodermata
Class
              : Asteroidea
Genus
            : Asteroidea
Spesies
          : Asteroidea sp , Asteropecten
irregularis , Crossaster dan Culeitin


Seekor bintang laut memiliki semua ciri nyata echinodermata: simetri radial, kulit duri, kaki tabung yang dikendalikan oleh sistem peredaran air, tidak berkepala, dan tidak pula memiliki sistem pembuangan maupun pernapasan. Papulae keluar dari dinding coelom, dan menyebar antar lempengan kapur ke air laut. Papulae adalah struktur mirip kantung yang berfungsi sebagai organ pernapasan dan pembuangan. Mulutnya berada di pusat cakram dibawah tubuh. Sisi tubuhnya yang memiliki mulut disebut sisi oral. Sisi yang tidak disebut sisi aboreal. Esofagus pendek dari mulut menuju ke bagian jantung (kardiak) di perut. Sebuah pembatas di dinding perut memisahkan bagian jantung di perut dari bagian lambung (pilorik). Perut kardiak ditarik keluar dan didorong melalui mulut saat bintang laut makan. Perut menelan makanan, yang biasanya moluska atau crustacea, dan mencernanya sebelum menarik kembali perut ke dalam. Usus dan anus bintang laut tidak berfungsi sama sekali.
Di sisi aboreal bintang laut terdapat lempeng berwarna yang disebut madreporit. Air masuk ke tubuh bintang laut lewat bukaan kecil di lempengan ini. Air ditarik oleh silia masuk ke saluran batu (yang keras karena adanya cincin-cincin kapur) menuju saluran cincin yang mengelilingi cakram pusat. Saluran cincin memiliki lima saluran pancar yang menyebar ke tangan-tangan bintang laut. Sisi pendek cabang menghubungkan saluran pancar dengan banyak pasangan kaki tabung, yang mengembang dan mengempis dalam merespon tekanan air di ampulla, sebuah kantung otot di ujung atas kaki tabung.
Sistem syaraf terdiri dari sebuah cincin syaraf yang berada di cakram. Dari sini sebuah syaraf ventral dan radial bercabang menuju tiap tangan. Syaraf radial memiliki cabang yang lebih halus yang menyebar ke seluruh tubuh. Pada ujung tiap lengan terdapat bintik mata yang sensitif cahaya yang dihubungkan oleh syaraf radial. Jenis kelamin bintang laut terpisah. Sepasang gonad ditemukan di tiap lengan. Telur betina dan sperma jantan keluar lewat pori-pori di permukaan aboreal bintang laut. Fertilisasi terjadi di air. Dalam perkembangan embrionik, bintang laut melewati beberapa tahap larva.
Bintang laut memiliki kekuatan regenerasi yang mengagumkan. Bila satu lengan putus, lengan baru tumbuh kembali. Bila cakram tengah ditempelkan ke tangan yang terpotong, individu baru dapat tumbuh dari bagian yang terpotong tersebut. Mangsa bintang laut adalah remis.
Sumber :
http://1.bp.blogspot.com/_4iwHTsrufbg/s5mnTorkn21/AAAAAAAACnc/P2jutlsrcja/s1600-h/ambulacral.bmp
  • Stomach       : sebagai alat pencernaan.
  • Mulut            : tempat menyerap makanan terdapat dibawah , dilengkapi
dengan gigi catut ( pedicellaria )
  • Anus              : mengeluarkan sisa makanan yang tidak tercerna, terdapat
dibagian atas tubuhnya (sisi aboral)
  • Gonad           : kelenjar kelamin yang berfungsi sebagai penghasil hormone
kelamin.
FISIOLOGIS
1.       Sistem pencernaan makanan mulut - kerongkongan lambung - ke cabang lengan - kantung pilorus - anus
2.      Sistem syaraf : cincin syaraf di mulut bercabang ke masing masing lengan
3.      Sistem Respirasi : menggunakan Branchia dermalis / papilla berupa kantong tipis ada di setiap kulit lengan berupa tonjolan
4.     Sistem ekskresi juga dikeluarkan lewat Branchia dermalis / Papulla
5.      Sistem Reproduksi Kawin , Dioceus Fertilisasi eksternal ovum keluar sejumlah 2,5 juta setiap 2 jam ketemu sperma di air








b. Echinodea (Bulu Babi / Dollar Pasir)
sumber :
http://wapedia.mobi/id/berkas:seaurchin.jpg
BULU BABI

Domain:
Eukaryota
Kerajaan:
Upakerajaan:
Superfilum:
Filum:
Echinodermata
Tubuh hewan ini dipenuhi oleh duri tajam. Duri ini tersusun dari zat kapur. Duri ini  ada yang pendek dan ada pula yang panjang seperti landak. Itulah sebabnya jenis hewan ini sering disebut landak laut. Jenis hewan ini biasanya hidup di sela-sela pasir atau sela-sela bebatuan sekitar pantai atau di dasar laut. Tubuhnya tanpa lengan hampir bulat atau gepeng.
Echinoidea yang berbentuk bola misalnya bulu babi (diadema saxatile) dan landak laut (Arabcia punctulata). Echinoidea memilki alat pencernaan khas, yaitu tembolok kompleks yang disebut lentera aristoteles. Fungsi dari tembolok tersebut adalah untuk menggiling makanannya yang berupa ganggang atau sisa-sisa organisme. Echinoidea yang bertubuh pipih misalnya dolar pasir (Echinarachnius parma). Permukaan sisi oral tubuhnya pipih, sedangkan sisi aboralnya agak cembung. Tubuhnya tertutupi oleh duri yang halus dan rapat. Durinya berfungsi untuk bergerak, menggali, dan melindungi permukaan tubuhnya dari kotoran. Kaki ambulakral hanya terdapat di sisi oral yang berfungsi utuk mengangkut makanan.



c. Ophiuroidea (Bintang Ular)
Sumber :
http://wapedia.mobi/id/berkas:haeckel_Ophiodea.jpg

Domain:
Kerajaan:
Filum:
Upafilum:
Asterozoa
Kelas:
Ophiuroidea
sering disebut bintang ular laut (Ophiuroidea brevispinum) Mulut dan madreporitnya terdapat di permukaan oral. Hewan ini tidak mempunyai anus, sehingga sisa makanan atau kotorannya dikeluarkan dengan cara dimuntahkan melalui mulutnya. Hewan ini hidup di laut yang dangkal atau dalam. Biasanya bersembunyi di sekitar batu karang, rumput laut, atau mengubur diri di lumpur/pasir. Ia sangat aktif di malam hari. Makanannya adalah udang, kerang atau serpihan organisme lain (sampah). Ophiuroidea memiliki sekitar 2,000 spesies bintang ular. Bintang ular memiliki cakram dengan lima lengan yang panjang yang membuat mereka bergerak lebih cepat.
d. Crinoidea (Lili Laut)
Sumber :
http://1.bp.blogspot.com/_w8cnb6Tzvbm/s962-ahfypi/AAAAAAAABtk/V6MQckzwDwu/s1600/a1.jpg
Hewan ini mirip tumbuhan, karena bentuknya menyerupai bunga lili. Kulitnya tersusun dari zat kitin. Biasanya melekat pada dasar perairan. Jika lingkungan tidak memungkinkan, misalnya makanan habis atau keselamatannya terancam, ia akan pindah ke tempat lain yang sesuai dan aman. Kelompok hewan ini juga sering disebut bintang bulu. Juga dikenal sebagai lili laut atau lilia laut yaitu hewan yang mempunyai lengan bercabang serta anus dan mulut berada di permukaan oral, kaki tabungnya tidak mempunyai saluran penghisap.  dan alur ambulakranya terbuka, tidak memiliki madreporit, duri ataupun pedicillariae Struktur Ukurannya tidak lebih dari 40 cm panjangnya dan berwarna mencolok. Tubuhnya terdiri dari cakram sentral dengan lima lengan bermula dari cakram ini setiap lengan bercabang dua atau lebih. Setiap cabang mempunyai ranting-ranting melintang yang disebut pinul (pinnulae). Cabang-cabang ini membuat hewan berbulu-bulu. Cakram sentral bentuknya seperti mangkuk dengan mulut terletak di dasar (di bawah).
SISTEM PENCERNAAN
Makanan berupa plankton kecil atau bahan lainnya yang mikroskopis, yang dibawa oleh lengan atau ditangkap oleh tentakel, dilewatkan sepanjang alur ambulakral dengan bulu-getar yang bergerak-gerak, yang selanjutnya digiring oleh silia ke dalam mulut. Memiliki Sebuah tangkai yang tumbuh dari cakram sering digunakan untuk melekatkan hewan pada substract dasar, akibatnya mulut tetap di atas dan lengan-lengan seperti bulu menciptakan alat seperti jaring untuk menangkap dan mengangkut makanan ke mulut. Ada yang tidak mempunyai tangkai, atau menghilang waktu menjadi dewasa dan dapat menggerakkan lengannya untuk berpindah-pindah. Lekukan ambulakral yang ditandai dengan garis bersilia dan berisi tentakel seperti kaki buluh.
Ciri-ciri Crinoidea :
1.       Bentuk tubuh seperti tumbuhan tapi ada yang bertangkai dan ada yang tidak bertangkai.
2.      Crinoidea yang bertangkai adalah individu yang tidak dapat bergerak dan mulutnya terarah keatas.
3.      Crinoidea yang tak bertangkai merupakan indivvidu yang dapat bergerak bebas didalam laut.
4.     Tubuhnya menyerupai bunga lili atau bunga bakung dan bentuk seperti bulu burung.
5.      Terdapat keping-keping theka dengan percabangan lengan panjang.
6.      Beberapa spesies mempunyai tangkai arah aboral.
7.      Tidak mempunyai duri.
8.      Kaki tabungnya kurang mempunyai suber (alat isap).
9.     Tidak memiliki madreporit.
10.  Sistem syaraf berbentuk cincin yang selanjutnya bercabang-cabang pada tiap lengan.
11.   Kulitnya tersusun dari zat kitin.
Mulut dan anus terletak sebelah menyebelah, mulut pada daerah oral, sedangkan anus pada daerah aboral. Anus sering terdapat pada kerucut yang menonjol. Pada bidang oral setiap lengan memiliki lekukan ambulakral seperti garis bersilia yang berisi tentakel menyerupain kaki buluh.
SISTEM REPRODUKSI
Pada kelas Crinoidea, melepaskan telur dalam air, tapi beberapa menahan tetap pada pinnulae sampai menetas. Larva yang masih muda sekali masih mendapat makanan dari kuning telur, tapi belum mempunyai mulut. Setelah beberapa hari dapat hidup bebas dan menempel dengan akhir bagian anterior dan kemudian berbentuk cangkir, lalu tumbuhlah lengannya. Beberapa Crinoidea menyimpan telurnya dalam tubuh.
e. Holoturoidea (Teripang / Timun Laut)
Sumber :
http://wapedia.mobi/id/berkas:haeckel_Teripang.jpg
Teripang
Kerajaan:
Filum:
Upafilum:
Kelas:
Holothuroidea

Teripang atau trepang adalah istilah yang diberikan untuk hewan invertebrata timun laut (Holothuroidea) yang dapat dimakan. Ia tersebar luas di lingkungan laut diseluruh dunia, mulai dari zona pasang surut sampai laut dalam terutama di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik Barat.
Teripang adalah hewan yang bergerak lambat, hidup pada dasar substract pasir, lumpur pasiran maupun dalam lingkungan terumbu. Teripang merupakan komponen penting dalam rantai makanan di terumbu karang dan ekosistem asosiasinya pada berbagai tingkat struktur pakan (trophic levels). Teripang berperan penting sebagai pemakan deposit (deposit feeder) dan pemakan suspensi (suspensi feeder). Di wilayah Indo-Pasifik, pada daerah terumbu yang tidak mengalami tekanan eksploitasi, kepadatan teripang bisa lebih dari 35 ekor per m2, dimana setiap individunya bisa memproses 80 gram berat kering sedimen setiap harinya.
Beberapa spesies teripang yang mempunyai nilai ekonomis penting diantaranya: teripang putih (Holothuria scabra), teripang koro (Microthele nobelis), teripang pandan (Theenota ananas), teripang dongnga (Stichopu ssp) dan beberapa jenis teripang lainnya.
Hewan jenis ini kulit durinya halus, sehingga sekilas tidak tampak sebagai jenis  Echinodermata. Tubuhnya seperti mentimun dan disebut mentimun laut atau disebut juga teripang. Hewan yang sering ditemukan di tepi pantai ini, Gerakannya tidak kaku, fleksibel, lembut dan tidak mempunyai lengan. Rangkanya direduksi berupa butir - butir kapur di dalam kulit. Mulut terletak pada ujung anterior dan anus pada ujung posterior (aboral). Di sekeliling mulut terdapat tentakel yang bercabang sebanyak 10 sampai 30 buah. Tentakel dapat disamakan dengan kaki tabung bagian oral pada Echinodermata lainnya. Tiga baris kaki tabung di bagian ventral digunakan untuk bergerak dan dua baris di bagian dorsal berguna untuk melakukan pernafasan. Selain itu pernafasan juga menggunakan paru-paru air.
Kebiasaan hewan ini meletakkan diri di atas dasar laut atau mengubur diri di dalam lumpur / pasir dan bagian akhir tubuhnya diperlihatkan. Jika makhluk ini
diganggu
/ diberi rangsangan dari luar maka ia akan mengkerut.



Tabel 1 Echinodermata
Kelas
Contoh
Ciri-ciri
Crinoidea
Lilia laut, bulu laut
Sessil, menempel menggunakan batang; lengan bercabang; kaki tabung bersilia dipakai untuk makan; beberapa spesies berenang bebas; lebih banyak pada era Paleozoikum
Asteroidea
Bintang laut
Bergerak bebas dengan kaki tabung; tangan bercabang dari cakram pusat
Ophiuroidea
Bintang ular, bintang rapuh, bintang keranjang
Bergerak bebas; lengan luwes yang tipis memancar dari cakram; kaki tabung dipakai sebagai indera dan untuk makan
Echinoidea
Dollar pasir; biskuit laut; bulu babi
Bergerak bebas; badan menyatu dalam lempengan atau cakram lempeng, tanpa sinar bebas, tertutup dengan lempeng kapur; beberapa spesies tertutup dengan duri
Holothuroidea
Teripang
Bergerak bebas; tubuh luwes dan panjang dengan mulut di satu ujungnya; kadang memiliki tentakel; unsur kerangka kulit sudah mulai lenyap
2.3.   SISTEM REPRODUKSI ECHINODERMATA    
Echinodermata mempunyai jenis kelamin terpisah, sehingga ada yang jantan dan betina. Fertilisasi terjadi di luar tubuh, yaitu di dalam air laut. Telur yang telah dibuahi akan membelah secara cepat menghasilkan blastula, dan selanjutnya berkembang menjadi gastrula. Gastrula ini berkembang menjadi larva. Larva atau disebut juga bipinnaria berbentuk bilateral simetri. Larva ini berenang bebas di dalam air mencari tempat yang cocok hingga menjadi branchidaria, lalu mengalami metamorfosis dan akhirnya menjadi dewasa. Setelah dewasa bentuk tubuhnya berubah menjadi radial simetri.
Sumber :
http://4.bp.blogspot.com/_4iwhtsRufBg/S6Ss2A0ang

2.4.  Sistem Pencernaan Makanan   
Sistem pencernaan makanan hewan ini sudah sempurna. Sistem pencernaan dimulai dari mulut yang posisinya berada di bawah permukaan tubuh. Kemudia diteruskan melalui faring, ke kerongkongan, ke lambung, lalu ke usus, dan terakhir di anus. Anus ini letaknya ada di permukaan atas tubuh dan pada sebagian Echinodermata tidak berfungsi. Pada hewan ini lambung memiliki cabang lima yang masing-masing cabang menuju ke lengan. Di masing-masing lengan ini lambungnya bercabang dua, tetapi ujungnya buntu.         
2.5.     SISTEM PERNAPASAN DAN EKSKRESI          
Echinodermata bernafas menggunakan paru-paru kulit atau dermal branchiae (Papulae) yaitu penonjolan dinding rongga tubuh (selom) yang tipis. Tonjolan ini dilindungi oleh silia dan pediselaria. Pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida. Ada pula beberapa jenis Echinodermata yang bernafas dengan menggunakan kaki tabung. Sisa-sisa metabolisme yang terjadi di dalam sel-sel tubuh akan diangkut oleh amoebacyte (sel-sel amoeboid) ke dermal branchiae untuk selanjutnya dilepas ke luar tubuh.
2.6.   SISTEM PEREDARAN DARAH
Sistem peredaran darah Echinodermata umumnya tereduksi, sukar diamati. Sistem peredaran darah terdiri dari pembuluh darah yang mengelilingi mulut dan dihubungkan dengan lima buah pembuluh radial ke setiap bagian lengan.
2.7.   SISTEM SARAF
Sistem saraf terdiri dari cincin saraf dan tali saraf pada bagian lengan-lengannya.






BAB III
PENUTUP
3.1.    KESIMPULAN
            Berdasarkan dengan permasalahan yang diangkat diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :
Kelompok Phylum Echinodermata dapat ditemukan dihampir semua kedalaman laut, juga merupakan filum hewan terbesar yang tidak memiliki anggota yang hidup di air tawar atau darat. Hewan ini merupakan hewan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan kehadirannya sangat penting dalam rantai makanan.
Sesuai dengan namanya “kulit duri” hewan ini dikelompokan menurut morfologi, fisiologi, kesamaan hidup dll, namun juga ada beberapa kelas yang tidak berduri dan dikelompokan kedalamnya karna beberapa tekstur tubuh yang mirip dengan yang lainnya seperti crinoidea (lili laut) yang tidak memiliki madreporit, duri ataupun pedicillariae tapi tekstur tubuhnya hampir mirip dengan bintang laut yang memiliki cakram dan lengan hanya saja lebih panjang dan bertangkai.
Sistem pencernaan makanan hewan ini sudah amat kompleks. Sistem pencernaan dimulai dari mulut yang posisinya berada di bawah permukaan tubuh. Kemudia diteruskan melalui faring, ke kerongkongan, ke lambung, lalu ke usus, dan terakhir di anus. Anus ini letaknya ada di permukaan atas tubuh dan pada sebagian Echinodermata tidak berfungsi, seperti pada kelas Ophiuroidea (Bintang Ular) yang tidak memiliki anus sehingga sisa makanan atau kotorannya dikeluarkan dengan cara dimuntahkan melalui mulutnya
Dengan memperhatikan berbagai jenis karya alam tersebut dapat mengajari kita bahwa betapa maha kuasanya Tuhan yang menciptakan beragam mahluknya sehingga kita senantiasa akan bersyukur insya Allah Amin.

Daftar Pustaka
Campbell, N.A. 2005. Biologi Jilid 2. Edisi ke-5. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Beckett, B. 1996. Coordinated Science Biology. 2nd ed. Oxford University Press.
Juana, Sri. 2001. Biologi Laut. Jakarta: Djambatan.
Suhardi. 1983. Ekologi Avertebrata. Jakarta: UI Press.
http://www.biasawae.com kamis, 21, october 2010. Pukul 21.00
http://www.scribd.com kamis, 21, october 2010. Pukul 21.00
http://www.fishbase.com kamis, 21, october 2010. Pukul 21.00
http://www.4.bp.blogspot.com kamis, 21, october 2010. Pukul 21.00

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar